Khamis, 25 November 2010

Cara Menjadi Lucu

Setelah malang melintang bergelut di bidang sosial (pendeknya: bergaul), Caveman bisa merumuskan beberapa teknik yang lumayan jitu agar anda bisa menjadi pelawak instan. Ide ini muncul ketika teman sebangku yang semula tidak dianggap lucu sama sekali, menjadi lucu luar biasa. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Apakah Caveman menjadi gila setelah dicekoki humor tidak lucu secara kontinyu?

Ternyata itu ada teorinya. Ya, semuanya itu ada teorinya, kecuali misteri terbesar dunia saat ini: apakah lampu kulkas masih menyala ketika pintunya ditutup?!

Begini, anda-anda sekalian pernah mendengar peribahasa "tak kenal maka tak sayang" bukan? Nah, ini adalah salah satu teori cara menjadi lucu: akrab dulu sama sasaran lawakmu! Ini bener lho! Secara logika aja ya, misalnya anda sedang duduk-duduk dalam bis. Di sebelah anda ada orang, lagi duduk-duduk juga. Karena bosan trus anda coba nyolek orang di sebelah anda, trus anda nyeteluk:
" Mas, perang apa yang pake lem?!"
" Hah?" respon orang itu.
" Ya perangko lah!!! Hyahyahya!!!" anda ketawa terbahak-bahak.

Bisa ditebak respon orang itu? Ya, minimal dia bakal cuek sambil menampilkan ekspresi kayak liat orang gila. Ketawa? Jangan harap. Maka teori ini ada benarnya juga. Terbukti!

Trus bagemana dengan pelawak-pelawak yang selama ini dapat membuat audience tertawa padahal mereka gak kenal? Dalam hal ini, pelawak terkenal cenderung lebih mudah memancing tawa ketimbang pelawak yang kurang begitu terkenal. Mungkin ini adalah faktor sugesti, audience udah mikir kalo pelawak terkenal bakal bikin dia ketawa. Mungkin gitu. Selain itu, komedian yang pro tentu udah tau jenis-jenis humor yang universal di mana sebagian besar manusia akan tertawa setelah banyolan dilontarkan.

Tips kedua adalah: berpikir lain daripada yang lain, di luar kebiasaan umum. Ini benar. Seorang pelawak haruslah mengolah jiwa, raga, dan akal untuk mendapatkan banyolan yang efektif. Singkatnya, pelawak dituntut untuk bisa kreatif, berpikir di luar kotak, dan agak (kalo bisa sih) nyeleneh. Dan untuk contoh lelucon ini cukup banyak karena memang bermacam-macam bentuknya. Uraiannya adalah sebagai berikut:

1. Verbal.Adalah lelucon yang mengandalkan kata-kata yang keluar dari mulut. Seperti misalnya:

A: Eh, B, si C itu ternyata ABS ya.
B: Asal Bapak Senang?
A: Bukan, Anak Belepotan Susu...

Nah, verbal bisa lucu kalo ada unsur nyelenehnya ato di luar kebiasaan umum seperti di atas (kalo anda anggap guyonan di atas lucu).

2. Gestur dan mimik. Inilah yang bisa dengan mudah membuat audience ketawa. Mengenai gerakan tubuh dan mimik muka yang lucu mungkin merupakan bakat atau bawaan lahir. Jadi jangan heran kalo mungkin ada orang yang mukanya serius setengah mati malah banyak mengundang tawa teman-teman anda. Mungkin karena faktor mukanya atau gerak-geriknya yang lucu. Sebagai contoh coba deh, kalau anda pelajar, waktu jam kosong anda maju ke depan kelas trus praktekin goyang gergajinya Dewi Perssik pake mimik serius, beberapa menit kemudian balik ke tempat duduk dan tunjukkan ekspresi seolah tak terjadi apa-apa. Dijamin, anda akan dianggap seperti orang gila.


Salah satu contoh mimik yg lucu, kelihatannya orang ini berbakat melucu...


3. Tertulis. Lelucon bisa juga berbentuk tulisan. Contohnya seperti anekdot, spoof, atau cerita pengalaman yang lucu. Contohnya ya seperti yang ada di dalam blog ini, sebagian adalah lelucon.

4. Teknik Kombinasi. Adalah teknik lelucon yang menggabungkan lebih dari satu teknik. Seperti Sule, pelawak terkenal, berhasil menggabungkan teknik ini. Misalnya saja sewaktu lelucon verbal tidak bisa memancing tawa, dilanjut dengan gestur atau mimik. Atau menyampaikan lelucon verbal dengan gestur dan mimik yang lucu. Contohnya:

A: Sate apa yang terbang ke angkasa?
B: Ga tau...
A: Ya Satelit lah!!
B: (ga senyum, apalagi ketawa)
A: (sadar akan respon negatif, trus langsung pasang tampang serius dan mulai mempraktekkan goyang gergaji)
B: (Kabur. Menghilang termakan goyangannya yang nggak nahan tersebut)

Sekian dulu posting kali ini, mungkin dengan tema yang sama akan ada postingan yang akan menyusul. So, keep on touch

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Catat Ulasan